“Dalam meneteskan diri menjadi secuil kehidupan, sebelas di enam belas cerpen yang dipilih untuk dimuat dalam kumpulan ini, sadar atau tidak, sedikit banyak berbicara tentang elemen kekerasan seb…
Di antara 39 cerpenis yang telah dipilih dalam buku kumpulan cerpen pilihan Kompas sepanjang tahun 1992 hingga 1996, Seno Gumira Ajidarma yang paling menonjol, baik secara kuantitatif maupun secara…
Saya sendiri lebih menyukai cerpen Kuntowijoyo yang lain dan menganggap cerpennya yang berjudul Rumah yang Terbakar sebagai cerpennya yang terbaik dalam kumpulan ini. Alasan saya adalah karena cerp…
Derabat memang memenuhi kualifikasi cerpen yang baik…. Di samping itu, dari segi penuturan dan suasana yang dibangun dalam cerita, Derabat juga memikat. Sebagai pembaca, saya seperti langsung dis…
Koruptor yang satu ini dilukiskan sedemikian bobrok pikiran-pikirannya, terkesan tak punya rasa bersalah, bahkan tanpa ada sedikit pun pergolakan batin. Bahkan kepada anak-anaknya ia mampu menaseha…
Mencermati 48 cerpen yang dimuat Kompas sepanjang tahun `z 020, pikiran dan hati para juri tertambat pada “Macan” karya Seno Gumira Ajidarma. Semua juri menyepakati “Macan” menjadi cerpen t…
Kutipan cerpen di atas ditulis oleh A.A. Navis, sastrawan besar yang telah melahirkan karya-karya monumental dalam sejarah sastra Indonesia. Pemikirannya yang kritis dapat dijadikan sebuah otokriti…
Cerpen-cerpen dalam buku ini, termasuk cerpen-cerpen yang dimuat Kompas selama tahun 2021, merupakan pantulan dari pengalaman-pengalaman terpilih, yang sering kali membuat kita terperangah. Insti-t…
Buku ini sangat cocok dibaca di waktu kosong. Selain dapat memberikan hiburan buku ini juga akan memberikan pengetahuan dan kesadaran bahwa lanskap budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sangat…
Untuk menghabiskan waktu luang, membaca kumpulan cerita pendek (cerpen) menjadi salah satu pilihan yang tepat karena tidak membosankan dan memiliki daya tarik utama. Saat membaca cerpen, emosi pemb…
Cerita rakyat Jawa tentang seorang pria bernama Kromo Busuk yang dijauhi warga desa karena bau busuknya. Suatu malam, ia bertemu dengan seorang peri cantik yang kemudian menikahinya
Aku tak percaya bapak-bapak anggota dewan, aku lebih percaya kepada dinding toilet.